Saya kuliah di jurusan Pendidikan Teknologi
Informasi dan Komunikasi. Orang tua saya menyangka anaknya ini bisa menguasai
segala macam hal yang berkaitan dengan Komputer. Dan orang-orang diluar sana
pun berpikiran hal yang sama. Mereka tidak tahu bahwa antara fakultas keguruan
dan teknik itu berbeda. Entah itu dari penguasaan software maupun hardware.
Padahal dikampus itu tidak melulu belajar mengenai dunia komputer, tapi juga
belajar mengenai hal-hal yang akan dihadapi oleh calon pendidik. Mulai dari
penguasaan materi, sikap dan juga ilmu keguruannya. Nah, inilah yang dirasa
kurang memadai dari segi praktik. Bahkan dari pihak sekretaris prodi pun menyangka
bahwa Mahasiswa PTIK semester 7 ini sudah bisa mempraktikkan bagaimana cara
merakit komputer. Tentu yang sebelumnya jurusan TKJ saat SMK setidaknya bisa
lebih paham dan mengetahui seluk beluk komputer. Nah.. Ini, saya jurusan IPA
sewaktu SMA. Dan bisa dibilang nggak begitu paham mengenai komputer. Bahkan
selama saya kuliah praktik di kampus itu hanya 1 kali, itu pun waktu merakit
komputer. Selebihnya saya lebih banyak mendengar dan belajar baca sendiri. Dan
tentunya ini mempengaruhi pemikiran orang tua saya, untuk apa kuliah kalau
benerin komputer printer aja ngga bisa. Lebih baik kursus komputer sampai
tingkat mahir, begitu pikir kedua orangtua saya. Jadi serasa ada beban
tersendiri kala mendengar omongan seperti itu karena dari pihak kampusnya sendiri
seperti kurang dalam memberikan pelayanannya. Padahal skill dan kompetensi dari
setiap mahasiswa itu perlu dibentuk dan dikembangkan agar lulusan STKIP
M********* memiliki daya saing yang patut diperhitungkan di masa depan.